إِنِّيٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثۡمِي وَإِثۡمِكَ فَتَكُونَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ ٢٩
Innī urīdu an tabū'a bi itsmī wa itsmika fatakūna min ashābin-nāri wadzālika jazā'uz-zālimīn
"Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim."
Tafsir
Lantas ia (Habil) melanjutkan sambil menakutinya, "Sesungguhnya aku menginginkan agar kamu kembali dengan membawa dosa pembunuhan terhadapku secara zalim dan semena-mena lalu digabungkan dengan dosa-dosamu yang telah lalu, sehingga kamu termasuk penghuni neraka yang akan masuk dan menetap di sana kelak pada hari kiamat. Itu adalah balasan bagi orang-orang yang melampaui batas. Adapun aku maka tidak ingin kembali dengan membawa dosa pembunuhan terhadapmu yang akan membuatku menjadi penghuni neraka.”