وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا ٢٨
Wasbir nafsaka ma'al-ladzīna yad'ūna rabbahum bil-ghadawāti wal-'asyiyyi yurīdūna wajhahū walā ta'du 'aynāka 'anhum turīdu zīnatal-hayawātid-dunyā walā tuti' man aghfalnā qalbahū 'an dzikrinā wattaba'a hawāhu wakāna amruhū furutā
Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.
Tafsir
Tetapkanlah dirimu untuk selalu bersama orang-orang yang berdoa kepada Tuhan mereka di awal hari dan di penghujungnya dengan menghaturkan doa ibadah dan doa permohonan secara ikhlas hanya mengharapkan keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena ingin duduk bersama orang-orang kaya dan memiliki kedudukan, dan jangan pula engkau mengikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, yang memerintahkan engkau untuk mengusir orang-orang miskin dari majelismu, dan hanya mengedepankan hawa nafsunya daripada ketaatan terhadap Tuhannya, dan sungguh amalannya hanyalah kesia-siaan.