وَءَاتَيۡنَٰهُم بَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِۖ فَمَا ٱخۡتَلَفُوٓاْ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ١٧
Wa ātaynāhum bayyinātim minal-amri famakhtalafū illā mim ba'di mā jā'ahumul-'ilmu baghyā baynahum inna rabbaka yaqdī baynahum yawmal-qiyāmati fīmā kānū fīhi yakhtalifūn
Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih kecuali setelah datang ilmu kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sungguh, Tuhanmu akan memberi putusan kepada mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang selalu mereka perselisihkan.
Tafsir
Kami telah memberikan kepada mereka bukti-bukti yang memperjelas kebenaran dari kebatilan, sehingga tidaklah mereka berselisih kecuali setelah tegaknya hujah (bukti kebenaran) atas mereka dengan diutusnya Nabi kita Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Tidak ada yang menarik mereka kepada perselisihan ini kecuali kedengkian sebagian mereka kepada sebagian yang lain karena tamak terhadap kekuasaan dan kedudukan. Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan di dunia hingga jelaslah siapa yang benar dan siapa yang salah.