وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِۦٓ أَعۡمَىٰ فَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا ٧٢
Waman kāna fī hādzihī a'mā fahuwa fil-ākhirati a'mā wa adallu sabīlā
Dan barangsiapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).
Tafsir
Barang siapa yang buta hatinya dari menerima kebenaran dan tunduk kepadanya di kehidupan dunia ini maka di hari Kiamat kelak dia akan lebih buta lagi, tidak akan mendapatkan jalan surga, dan tersesat dari jalan hidayah. Sungguh, balasan suatu amalan setimpal dan sejenis dengan amalannya.