سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١
Subhānal-ladzī asrā bi'abdihī laylam minal-masjidil-harāmi ilal-masjidil-aqsal-ladzī bāraknā hawlahū linuriyahū min āyātinā innahū huwas-samī'ul-basīr
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya470 agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Catatan kaki
470 Masjidil Aqsa dan daerah sekitarnya dapat berkah dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu berikut kesuburan tanahnya.
Tafsir
Sungguh Allah -Subḥānahu- Mahasuci lagi Mahaagung; lantaran kekuasaan-Nya yang tidak bisa ditandingi oleh selain-Nya. Dialah yang memperjalankan hamba-Nya, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan jasad dan ruhnya serta dalam kondisi sadar (bukan mimpi) pada sebagian malam dari Masjidilharam menuju Masjid Baitulmaqdis (Masjidilaqsa) yang Kami berkahi dan anugerahi tanah-tanah sekelilingnya dengan banyaknya buah-buahan, dan pertanian, serta sebagai tempat diutus dan menetapnya para nabi -'alaihimussalām-; agar ia (Muhammad) menyaksikan sebagian tanda-tanda kebesaran Kami yang menunjukkan kekuasaan Allah -Subḥānahu- karena sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar; tidak ada yang tersembunyi dari-Nya segala sesuatu yang terdengar, lagi Maha Melihat; tidak ada yang tersembunyi dari-Nya segala sesuatu yang terlihat.