فَمَنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٩٤
Famaniftarā 'alallāhil-kadziba mim ba'di dzālika fa ulā'ika humuz-zālimūn
Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah132 setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.
Catatan kaki
132 Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Israil.
Tafsir
Barang siapa membuat kebohongan atas nama Allah setelah adanya hujah yang nyata, bahwa apa yang diharamkan oleh Yakub (Israil) -'alaihissalām- itu semata-mata dia haramkan atas dirinya sendiri, tanpa ada pengharaman dari Allah, maka mereka itulah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri karena mereka telah meninggalkan kebenaran setelah adanya hujah yang nyata bagi kebenaran tersebut.