ضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيۡنَ مَا ثُقِفُوٓاْ إِلَّا بِحَبۡلٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَحَبۡلٖ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَسۡكَنَةُۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ حَقّٖۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ١١٢
Duribat 'alayhimudz-dzillatu ayna mā tsuqifū illā bihablim minallāhi wahablim minan-nāsi wabā'ū bighadabim minallāhi waduribat 'alayhimul-maskanatu dzālika bi annahum kānū yakfurūna bi'āyātillāhi wayaqtulūnal-ambiyā'a bighayri haqqin dzālika bimā 'asaw wwakānū ya'tadūn
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
Tafsir
Orang-orang Yahudi senantiasa terkepung oleh kehinaan dan kenistaan di mana pun mereka berada. Mereka tidak akan mendapatkan jaminan keamanan kecuali dengan perjanjian atau jaminan keamanan dari Allah -Ta'ālā- atau dari manusia. Mereka pulang dengan membawa murka dari Allah dan akan ditimpa kemiskinan dan kemelaratan yang senantiasa meliputi mereka. Hal itu disebabkan oleh sikap mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi secara semena-mena, serta disebabkan oleh kedurhakaan dan perbuatan mereka yang suka melanggar batas-batas Allah.