ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلۡبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ ٦٢
Dzālika bi annallāha huwal-haqqu wa anna mā yad'ūna min dūnihī huwal-bātilu wa annallāha huwal-'aliyyul-kabīr
Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil. Dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
Tafsir
Apa yang disebutkan sebelumnya berupa kekuasaan Allah memasukkan malam ke dalam siang dan sebaliknya; hal itu terjadi karena Allah adalah Tuhan Yang Mahabenar, agama-Nya benar, janji-Nya benar, dan pertolongan-Nya kepada orang-orang beriman adalah benar adanya dan bahwasanya apa yang disembah oleh orang-orang musyrik selain Allah berupa berhala dan patung-patung itu adalah perkara batil yang tidak berdasar sama sekali. Sesungguhnya Allah Mahatinggi di atas hamba-hamba-Nya, baik dari segi zat ataupun kekuasaan-Nya, lagi Mahabesar yang hanya milik-Nyalah segala kebesaran dan keagungan.