Surat Al-A'raf ayat 28

7:28

وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٢٨

Wa idzā fa'alū fāhisyatan qālū wajadnā 'alayhā ābā'anā wallāhu amaranā bihā qul innallāha lā ya'muru bil-fahsyā'i ataqūlūna 'alallāhi mā lā ta'lamūn

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji.329 Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?"

Catatan kaki

329 Seperti syirik, tawaf bertelanjang disekeliling Ka'bah dan sebagainya.

Tafsir

Apabila orang-orang musyrik melakukan perbuatan yang sangat keji seperti syirik, tawaf di Ka'bah tanpa pakaian, dan kemungkaran lainnya, mereka beralasan bahwa leluhur mereka pun melakukannya dan bahwa mereka melakukannya atas perintah Allah. Katakanlah -wahai Muhammad- untuk membantah alasan mereka itu, “Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat maksiat. Justru Dia melarang perbuatan maksiat. Jadi, bagaimana mungkin kalian beranggapan bahwa Allah memerintahkan perbuatan maksiat? Apakah kalian -wahai orang-orang musyrik- mengatakan hal yang tidak kalian ketahui atas nama Allah secara dusta dan mengada-ada?!”