وَكَتَبۡنَا لَهُۥ فِي ٱلۡأَلۡوَاحِ مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡعِظَةٗ وَتَفۡصِيلٗا لِّكُلِّ شَيۡءٖ فَخُذۡهَا بِقُوَّةٖ وَأۡمُرۡ قَوۡمَكَ يَأۡخُذُواْ بِأَحۡسَنِهَاۚ سَأُوْرِيكُمۡ دَارَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ١٤٥
Wakatabnā lahū fil-alwāhi min kulli syay'im maw'izatan watafsīlal likulli syay'in fakhudzhā biquwwatin wa mur qawmaka ya'khudzū bi ahsanihā sa'urīkum dāral-fāsiqīn
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat)338 segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), "Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dan sebaik-baiknya,339 Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."340
Catatan kaki
338 Lauh ialah kepingan dari batu atau kayu yang tertulis isi Taurat yang diterima Nabi Musa -'alaihissalām- setelah munajat di Gunung Sinai.
339 Utamakanlah yang wajib-wajib dahulu dari yang sunah dan mubah.
340 Allah akan memperlihatkan negeri orang-orang fasik seperti Fir'aun, 'Ād, Samud dan sebagainya yang hancur bersama mereka akibat akhir kejahatan dan kefasikan mereka.
Tafsir
Dan Kami telah menuliskan untuk Musa di dalam lembaran terbuat dari kayu dan materi lainnya segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Bani Israil dalam urusan agama dan dunia mereka, agar menjadi pelajaran bagi mereka yang mau menjadikannya sebagai pelajaran, dan menjadi penjelasan yang rinci bagi ketentuan-ketentuan hukum yang memerlukan penjelasan secara rinci. Oleh karena itu, ambillah Kitab Taurat itu -wahai Musa- dengan penuh kesungguhan dan keseriusan dan perintahkanlah kepada kaummu, Bani Israil agar mengambil ketentuan-ketentuan terbaik yang ada di dalamnya yang menjanjikan pahala yang lebih besar, seperti melaksanakan perintah dengan sebaik-baiknya, bersabar, dan memaafkan. Aku akan menunjukkan kepada kalian akibat yang diterima oleh orang yang melanggar perintah-Ku dan tidak taat kepada-Ku, yaitu nasibnya akan berakhir dengan kebinasaan dan kehancuran.