وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨
Wawassaynal-insāna biwālidayhi husnan wa in jāhadāka litusyrika bī mā laysa laka bihī 'ilmun falā tuti'humā ilayya marji'ukum fa unabbi'ukum bimā kuntum ta'malūn
Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Tafsir
Kami telah mewasiatkan kepada manusia agar berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu -wahai manusia- untuk menyekutukan-Ku dengan apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya -sebagaimana yang terjadi pada Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- dengan ibunya- maka janganlah engkau menaati mereka berdua dalam perkara itu karena tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat terhadap Sang Pencipta. Hanya kepada-Ku semata tempat kalian kembali pada hari Kiamat, lalu Aku mengabarkan kepada kalian apa yang pernah kalian lakukan di dunia dan Aku memberikan kalian balasan atasnya.