فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ ٦٥
Fa idzā rakibū fil-fulki da'awullāha mukhlisīna lahud-dīna falammā najjāhum ilal-barri idzā hum yusyrikūn
Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya,630 tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).
Catatan kaki
630 Dengan memurnikan ketaatan semata-mata kepada Allah.
Tafsir
Apabila orang-orang musyrik menaiki kapal-kapal di lautan, mereka berdoa kepada Allah semata dengan mengikhlaskan doa hanya untuk-Nya agar Dia menyelamatkan mereka dari tenggelam. Namun, tatkala Allah telah menyelamatkan mereka dari tenggelam, mereka kembali menjadi musyrik dengan berdoa kepada tuhan-tuhan mereka di samping berdoa kepada Allah.