قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأٓخِرَةَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٠
Qul sīrū fil-ardi fanzurū kayfa bada'al-khalqa tsummallāhu yunsyi'un-nasy'atal-ākhirata innallāha 'alā kulli syay'in qadīr
Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir.620 Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Catatan kaki
620 Allah membangkitkan manusia setelah mati kelak di akhirat.
Tafsir
Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan tersebut, “Berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan makhluk, kemudian Allah menghidupkan manusia setelah kematiannya dengan kehidupan kedua untuk kebangkitan dan perhitungan amalan. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang mampu melemahkan-Nya, sehingga tidak berat bagi-Nya untuk membangkitkan manusia sebagaimana tidak berat bagi-Nya untuk menciptakan mereka dari awal."