وَلَوۡ عَلِمَ ٱللَّهُ فِيهِمۡ خَيۡرٗا لَّأَسۡمَعَهُمۡۖ وَلَوۡ أَسۡمَعَهُمۡ لَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعۡرِضُونَ ٢٣
Walaw 'alimallāhu fīhim khayral la asma'ahum walaw asma'ahum latawallaw wwahum mu'ridūn
Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar.361 Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.
Catatan kaki
361 Pengandaian dalam ayat ini bukan berarti Allah tidak tahu, tetapi Allah Mahatahu bahwa pada mereka tidak ada kebaikan.
Tafsir
Sekiranya Allah mengetahui bahwa di dalam diri orang-orang musyrik yang ingkar itu ada kebaikan niscaya Allah telah memberi mereka pendengaran yang dapat memberikan manfaat bagi mereka dan membuat mereka mampu memahami dalil-dalil dan bukti-bukti yang ada. Akan tetapi, Allah mengetahui bahwasanya di dalam diri mereka sama sekali tidak ada kebaikan dan seandainya Allah -Subḥānahu- memperdengarkan (ayat-ayat-Nya) kepada mereka, niscaya mereka akan menolak beriman kepadanya dan berpaling darinya.