فَفَهَّمۡنَٰهَا سُلَيۡمَٰنَۚ وَكُلًّا ءَاتَيۡنَا حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ يُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّيۡرَۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ ٧٩
Fafahhamnāhā sulaymāna wakullan ātaynā hukman wa'ilman wasakkharnā ma'a dāwūdal-jibāla yusabbihna wat-tayra wakunnā fā'ilīn
Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat);535 dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.
Catatan kaki
535 Menurut riwayat Ibnu Abbas, ada sekelompok kambing telah merusak tanaman pada waktu malam. Pemilik tanaman mengadukan hal ini kepada Nabi Dawud -'alaihissalām-. Ia memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus diserahkan kepada pemilik tanaman sebagai ganti tanaman yang rusak. Tetapi Nabi Sulaiman -'alaihissalām- memutuskan agar kambing-kambing itu diserahkan sementara kepada pemilik tanaman untuk diambil manfaatnya. Dan pemilik kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanaman yang baru. Apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, pemilik kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali. Keputusan Nabi Sulaiman -'alaihissalām- yang lebih tepat.
Tafsir
Lalu Kami memberikan pemahaman tentang perkara tersebut kepada Sulaiman tanpa diberikan kepada ayahnya, Daud. Kepada masing-masing mereka Kami berikan kenabian, ilmu, dan hukum-hukum syariat dan tidak mengistimewakan Sulaiman saja. Kami juga tundukkan gunung-gunung dan burung-burung bersama Daud, mereka bertasbih bersamanya dan Kamilah yang memberikan mereka hal tersebut berupa pemahaman, hikmah, ilmu, dan ketundukan makhluk-makhluk tersebut.