ٱدۡعُوهُمۡ لِأٓبَآئِهِمۡ هُوَ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِۚ فَإِن لَّمۡ تَعۡلَمُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمۡۚ وَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٞ فِيمَآ أَخۡطَأۡتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتۡ قُلُوبُكُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمًا ٥
Ud'ūhum li'ābā'ihim huwa aqsatu 'indallāhi fa il lam ta'lamū ābā'ahum fa ikhwānukum fid-dīni wamawālīkum walaysa 'alaykum junāhun fīmā akhta'tum bihī walākim mā ta'ammadat qulūbukum wakānallāhu ghafūrar rahīmā
Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.665 Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Catatan kaki
665 Maula-maula ialah hamba sahaya yang sudah dimerdekakan atau seseorang yang telah dijadikan anak angkat, seperti Salim anak angkat Hużaifah, dipanggil Maula Hużaifah.
Tafsir
Nisbahkan anak-anak angkat yang kalian klaim sebagai anak-anak kalian kepada bapak-bapak mereka yang sesungguhnya karena menisbahkan mereka kepada bapak-bapak mereka adalah keadilan di sisi Allah. Apabila kalian tidak tahu bapak-bapak mereka untuk dinisbahkan kepada mereka maka mereka adalah saudara kalian seagama dan mantan budak-budak kalian. Oleh karena itu, panggillah mereka dengan panggilan: ‘Wahai saudaraku’ atau ‘Wahai anak pamanku’. Tidak ada dosa bagi seseorang di antara kalian bila ia secara tidak sengaja bersalah dalam menisbahkan seseorang kepada yang bukan bapaknya, akan tetapi kalian berdosa apabila sengaja mengucapkan hal itu. Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertobat kepada-Nya dari para hamba-Nya dan Maha Penyayang terhadap mereka dengan tidak menghukum mereka karena suatu kesalahan yang tidak disengaja.