وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجۡنَ فَتَيَانِۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَعۡصِرُ خَمۡرٗاۖ وَقَالَ ٱلۡأٓخَرُ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَحۡمِلُ فَوۡقَ رَأۡسِي خُبۡزٗا تَأۡكُلُ ٱلطَّيۡرُ مِنۡهُۖ نَبِّئۡنَا بِتَأۡوِيلِهِۦٓۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٦
Wadakhala ma'ahus-sijna fatayāni qāla ahaduhumā innī arānī a'siru khamran waqālal-ākharu innī arānī ahmilu fawqa ra'sī khubzan ta'kulut-tayru minhu nabbi'nā bita'wīlihī innā narāka minal-muhsinīn
Dan masuklah bersama-samanya ke penjara dua orang khadam raja. Salah seorang di antaranya (bertanya kepada Yusuf dengan) berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku memerah anggur”. Dan berkata pula yang seorang lagi: “Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku menjunjung roti atas kepalaku, yang sebahagiannya dimakan oleh burung.” (kemudian keduanya berkata): “Terangkanlah kepada kami akan takbirnya. Sesungguhnya kami memandangmu: dari orang-orang yang berbuat kebaikan (untuk umum)”.