فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا ١١٤
Fata'ālallāhul-malikul-haqqu walā ta'jal bil-qur'āni min qabli an yuqdā ilayka wahyuhū waqur rabbi zidnī 'ilmā
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur`an sebelum selesai diwahyukan kepadamu,525 dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
Catatan kaki
525 Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril -'alaihissalām- kalimat demi kalimat sebelum Jibril -'alaihissalām- selesai membacakannya, agar Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan.
Tafsir
Sungguh Mahatinggi Allah lagi Mahasuci, Maharaja yang menguasai segala sesuatu, Tuhan Yang Mahabenar dan firman-Nya adalah benar, Dia Mahasuci dari apa yang disandarkan orang-orang musyrik terhadap-Nya. Sebab itu, janganlah engkau tergesa-gesa -wahai Rasul- dalam membaca Al-Qur`ān bersama Jibril sebelum ia selesai menyampaikannya kepadamu, dan katakanlah, "Ya Tuhanku! Tambahkanlah aku ilmu lain di samping ilmu yang telah Engkau ajarkan padaku."