وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعۡنَةُ وَلَهُمۡ سُوٓءُ ٱلدَّارِ ٢٥
Walladzīna yanqudūna 'ahdallāhi mim ba'di mītsāqihī wayaqta'ūna mā amarallāhu bihī an yūsala wayufsidūna fil-ardi ulā'ika lahumul-la'natu walahum sū'ud-dār
Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang Allah perintahkan agar disambung dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).
Tafsir
Adapun orang-orang yang melanggar perjanjian dengan Allah sesudah disepakati, memutuskan apa yang Allah perintahkan agar disambung, yaitu silaturahmi, serta melakukan kerusakan di muka bumi dengan berbagai maksiat kepada Allah maka mereka itulah orang-orang sengsara yang dijauhkan dari rahmat Allah dan bagi mereka akhir yang buruk yaitu api neraka.