مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٧
Man 'amila sāliham min dzakarin aw untsā wahuwa mu'minun falanuhyiyannahū hayawātan tayyibatan walanajziyannahum ajrahum bi ahsani mā kānū ya'malūn
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik463 dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Catatan kaki
463 Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal kebaikan harus disertai iman.
Tafsir
Barang siapa, baik seorang laki-laki ataupun wanita beramal saleh sesuai dengan syariat sementara dia beriman kepada Allah niscaya Kami akan menghidupkannya di dunia dengan kehidupan yang baik, yaitu dengan memberinya sikap rida terhadap ketetapan Allah dan sikap kanaah, serta memberinya taufik untuk mengerjakan berbagai ketaatan. Kami pasti akan memberikan ganjaran pada mereka di akhirat dengan pahala yang lebih baik daripada amal saleh yang telah mereka lakukan di dunia.