فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِيَ مِن شَٰطِيِٕ ٱلۡوَادِ ٱلۡأَيۡمَنِ فِي ٱلۡبُقۡعَةِ ٱلۡمُبَٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّيٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٣٠
Falammā atāhā nūdiya min syātiy'il-wādil-aymani fil-buq'atil-mubārakati minasy-syajarati an yāmūsā innī anallāhu rabbul-'ālamīn
Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!609
Catatan kaki
609 Di tempat dan saat itulah Nabi Musa -'alaihissalām- mulai diangkat menjadi rasul.
Tafsir
Tatkala Musa mendatangi api yang dilihatnya, Tuhannya -Subḥānahu wa Ta'ālā- memanggilnya dari lembah sebelah kanan Musa di tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu, “Wahai Musa! Inilah Aku, Allah, Tuhan seluruh makhluk.