قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي فَٱغۡفِرۡ لِي فَغَفَرَ لَهُۥٓۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ١٦
Qāla rabbi innī zalamtu nafsī faghfir lī faghafara lahū innahū huwal-ghafūrur-rahīm
Dia (Musa) berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku." Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tafsir
Musa lalu memanjatkan doa kepada Tuhannya sembari mengakui apa yang telah dilakukannya, “Wahai Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena membunuh orang Qibṭi ini, sebab itu ampunilah dosaku.” Allah lalu menjelaskan kepada kita tentang pengampunan-Nya kepada Musa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat di antara hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.