يَوۡمَ تَجِدُ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا عَمِلَتۡ مِنۡ خَيۡرٖ مُّحۡضَرٗا وَمَا عَمِلَتۡ مِن سُوٓءٖ تَوَدُّ لَوۡ أَنَّ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَهُۥٓ أَمَدَۢا بَعِيدٗاۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفۡسَهُۥۗ وَٱللَّهُ رَءُوفُۢ بِٱلۡعِبَادِ ٣٠
Yawma tajidu kullu nafsim mā 'amilat min khayrim muhdaran wamā 'amilat min sū'in tawaddu law anna baynahā wabaynahū amadā ba'īdan wayuhaddzirukumullāhu nafsahū wallāhu ra'ūfu bil-'ibād
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan ada dihadapannya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
Tafsir
Pada hari Kiamat nanti setiap orang akan menemukan kebaikan yang pernah dikerjakannya secara nyata tanpa ada yang dikurangi sedikit pun. Sebaliknya, setiap orang yang melakukan keburukan berandai-andai sekiranya ada masa yang panjang antara dirinya dengan keburukannya tersebut. Akan tetapi, mana mungkin ia bisa mendapatkan apa yang diandai-andaikannya itu?! Allah memperingatkan kalian agar takut kepada-Nya maka janganlah kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam murka-Nya dengan melakukan perbuatan dosa. Allah Maha Penyantun bagi hamba-hamba-Nya karena itulah Dia memperingatkan dan menakut-nakuti mereka.