وَزَكَرِيَّآ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرۡنِي فَرۡدٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٨٩
Wazakariyyā idz nādā rabbahū rabbi lā tadzarnī fardan wa anta khayrul-wāritsīn
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.537
Catatan kaki
537 Sekiranya Allah tidak mengabulkan doanya, yakni memberi keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Allah, sebab Allah adalah ahli waris yang terbaik.
Tafsir
Ingatlah pula -wahai Rasul- tentang kisah Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan berkata, "Wahai Tuhanku! Janganlah engkau biarkan aku hidup seorang diri tanpa memiliki anak keturunan, padahal Engkaulah sebaik-baik yang kekal, maka karunaikanlah aku seorang anak yang hidup sepeninggalku."