وَلَوۡ جَعَلۡنَٰهُ مَلَكٗا لَّجَعَلۡنَٰهُ رَجُلٗا وَلَلَبَسۡنَا عَلَيۡهِم مَّا يَلۡبِسُونَ ٩
Walaw ja'alnāhu malakal laja'alnāhu rajulan walalabasnā 'alayhim mā yalbisūn
Dan sekiranya Rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.307
Catatan kaki
307 Kalau Allah mengutus malaikat sebagai rasul tentu Allah mengutusnya dalam bentuk manusia, karena manusia tidak dapat melihat malaikat dan tentu juga mereka akan berkata, "Ini bukanlah malaikat, hanya manusia sebagaimana kami juga." Jadi mereka akan tetap ragu-ragu.
Tafsir
Seandainya Kami menugaskan seorang malaikat sebagai rasul untuk mereka, niscaya Kami akan menjadikannya berwujud seorang laki-laki, agar mereka bisa mendengarnya dan menerima pesannya; sebab mereka tidak bisa melakukan hal itu bersama malaikat yang berada dalam wujud aslinya sebagaimana Allah menciptakannya. Seandainya Kami benar-benar menjadikan malaikat itu berwujud seorang laki-laki (manusia), niscaya urusannya akan rancu bagi mereka.